Jumat, 18 Desember 2015

bht

HAMA TANAMAN DAN ARAS LUKA EKONOMI
(Laporan Praktikum Bioekologi Hama Tanaman)








Oleh
Irvan Saputra
1414121114













JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dewasa ini pertumbuhan jumlah populasi manusia semakin banyak, hal ini tentu menuntut berimbangnya jumlah pangan dunia, sektor pertanian menjadi jalan utama untuk mencukupi kebutuhan pangan tersebut. Akan tetapi, produksi pangan melalui sektor pertanian mengalami banyak permasalahan, salah satunya masalah hama.  Hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik, dan ke dalamnya praktis adalah semua hewan yang menyebabkan kerugian dalam pertanian. Dampak yang timbul akibat serangan hama dan penyakit menyebabkan kerugian baik terhadap nilai ekonomi produksi, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta petani sebagai pelaku budiaya tanaman dengan kegagalan panen serta turunnya kualitas dan kuantitas hasil panen
Selain berdampak pada tanama budidaya, serangan hama dan penyakit juga berdampak terhadap agroekosistem pertanian. Kerugian-kerugian tersebut disebabkan oleh adanya pemikiran oleh para pembudidaya tanaman untuk mengendalikan serta memusnahkan hama dan penyakit yang menyerangan tanaman. Pengendalian hama dan penyakit yang tidak sesuai dan tepat tersebut memberikan dampak kerugian yang lebih besar dari pada serangan hama dan penyakit itu sendiri terhadap tanaman.

Ambang ekonomis merupakan suatu tingkat atau batas toleransi serangan hama dan penyakit terhadap tanaman budidaya. Jika hama dan penyakit yang  terdapat pada areal budidaya tanaman berada dibawah ambang ekonomis maka tidak perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit tersebut. Sedangkan jika keberadaan hama dan penyakit pada areal pertanaman tersebut diatas ambang ekonomis maka perlu dilakukan pengendalian (Kusnadi, 1980).
1.2 Tujuan
1.      Untuk mengetahui tingkat kerusakan tanaman akibat serangan organisme
2.      Untuk mengetahui biaya yang harus dikeluarkan akibat serangan hama
3.      Mengetahui tingkat kehilangan produksi akibat serangan hama
II. METODOLOGI PRAKTIKUM

2.1 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut: pena, buku, handphone, dan kalkulator.

2.2 Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Praktikan menuju ke kelompok kerja masimh-masing.
2.      Setiap praktikan di dalam kelompoknya melakukan penghitungan nilai ALE berdasarkan rumus yang telah ditentukan. Dihitung nilai ALE dari dua jenis hama yang menyerang padi, masing-masing adalah wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens) yang menyerang tanaman, dan hama walang sangit (Leptocorsia acuta) yang menyerang tanaman pada fase generatif. Menghitung besarnya pengurangan hasil akibat serangan tiap individu hama yang dilambangkan dengan b yang merupakan slope persamaaan regresi.
3.      Tentukanlah nilai b tersebut, dan lanjutkanlah perhitungan untuk mendapatkan nilai a, kemudian dituliskan persamaan regresinya.
4.      Gambar kurva linear bagi persamaan regresi tersebut.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Adapun hasil perhitungan percobaan ini adalah sebagai berikut:
Kasus 1: Data populasi hama wereng batang cokelat dan produksi tanaman padi
Sampel ke-
X
Populasi Hama (ekor/tanaman)
Y
Produksi (kg/ha)
XY
X2
1.
0
7544,2
0
0
2.
14,6
7869,2
114890,32
213,16
3.
27,3
5874,9
160229,16
745,29
4.
0
6125,4
0
0
5.
54,8
4598,6
252003,28
3003,04
6.
92,7
4356,8
403875,36
8593,29
7.
116,9
3947,5
461462,75
13665,61
8.
121,3
6248,3
757918,79
14713,69
9.
137,4
5653,4
776777,16
18878,76
10.
0
6158,3
0
0
11.
160,5
2162,4
347065,2
25760,25
12.
142,6
3462,8
493795,28
20334,76
13.
167,1
2367,4
395592,54
27922,41
14.
182,7
1432,5
261777,75
33379,29
15.
198,6
1178,5
234050,1
39441,96

∑X=1416,5
∑Y=68980,2
∑XY=4659377,69
∑X2=206651,51
=94,43
=459,68
Biaya pengendalian     : Rp 2.300.000,- per ha
Harga produksi           : Rp 9.000,- per kg
ALE    =  (C/V) X (1/|B|)
            = (2300.00/9000) X (1/ 25,44)